proposal kiat 2026
# PROPOSAL INOVASI KIAT 2026
## KATEGORI III – INOVASI MASYARAKAT/UMUM
### Judul Inovasi
*RESET TENANG™ – Protokol Neuro-Spiritual Regulation untuk Ketahanan Mental dan Produktivitas Warga*
### Jenis Inovasi
Inovasi Non Digital
### Kelompok Inovasi
Inovasi Sosial Budaya dan Kependudukan
### Tahapan Inovasi
Penerapan
### Waktu Pelaksanaan
Januari 2025 – sekarang
### Penulis Proposal / Inovator
Irfa Darojat (Tim Konsep Penggagas)
Komunitas Wisang Ratri Wijaya (Tim Fasilitator)
---
# RANCANG BANGUN INOVASI
## 1. Ringkasan (≤200 kata)
RESET TENANG™ adalah protokol regulasi diri berbasis integrasi pernapasan ritmis 4-2-6, stimulasi saraf telapak tangan dan kaki, aktivasi fokus visual, humming vibration, gerakan silang neuromotorik, serta grounding bumi. Protokol ini disusun sebagai metode praktis 7–10 menit untuk membantu masyarakat mengelola stres, vertigo ringan, kelelahan mental, kecemasan, dan penurunan fokus.
Metode dilaksanakan berkelompok melalui komunitas Wisang Ratri Wijaya maupun individu secara mandiri dengan panduan SOP. Hingga Februari 2026 telah menjangkau ±230 peserta komunitas dan warga Kota Madiun.
Inovasi ini menjadi alternatif intervensi non-farmakologis berbasis komunitas untuk meningkatkan ketahanan mental, stabilitas emosi, dan produktivitas sosial.
---
## 2. Dasar Hukum Inovasi
1. UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
2. PP No. 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah
3. Perpres No. 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan SDGs
4. Kebijakan KIAT Kota Madiun
---
## 3. Latar Belakang & Permasalahan (≤300 kata)
Tekanan sosial-ekonomi, kelelahan kerja, dan beban psikologis pasca pandemi meningkatkan keluhan stres, kecemasan, gangguan tidur, dan keluhan psikosomatis ringan di masyarakat. Banyak warga belum memiliki teknik regulasi diri sederhana yang dapat dipraktikkan tanpa alat khusus.
Kondisi awal:
* Relaksasi hanya bersifat sporadis.
* Tidak ada protokol komunitas terpadu.
* Stres berdampak pada produktivitas dan relasi sosial.
Kelompok sasaran:
* Warga usia produktif
* ASN/non-ASN
* Komunitas masyarakat
* Lansia aktif
RESET TENANG™ dirancang sebagai solusi praktis, murah, kolektif, dan adaptif.
---
## 4. Isu Strategis (≤200 kata)
Inovasi ini mendukung:
*SDGs*
* Goal 3: Good Health and Well-being
* Goal 11: Sustainable Cities and Communities
*Asta Cita Presiden*
* Peningkatan kualitas SDM sehat dan produktif
*Asta Karya Kota Madiun*
* Madiun Kota Inovasi
---
## 5. Metode Pembaharuan (≤200 kata)
Sebelum inovasi: relaksasi tidak terstruktur.
Sesudah inovasi: hadir SOP RESET TENANG™ dengan tahapan:
1. Berdoa & niat regulasi diri
2. Lidah tekuk ke langit-langit (aktivasi refleks saraf)
3. Pernapasan 4-2-6 + gerakan tangan naik–tahan–turun
4. Fokus visual satu titik
5. Tepuk & gosok tangan (stimulasi simpul saraf)
6. Self-touch wajah, kepala, telinga, leher, dada
7. Humming vibration
8. Angkat kaki stimulasi titik Taichong
9. Gerak silang paha-siku
10. Gerakan naik turun posisi kuda-kuda
11. Grounding gesek telapak kaki ke tanah
Durasi: 7–10 menit.
catatan untuk pernafasan :
1️⃣ Sadar Penuh Sensasi
Bukan hanya menghitung.
Tapi benar-benar merasakan:
-
Udara menyentuh hidung
-
Perut mengembang
-
Bahu turun
Itu activation of interoceptive awareness.
2️⃣ Labeling Pikiran (Meta-Awareness)
Saat pikiran muncul:
Ucapkan dalam hati:
“Pikir.”
atau
“Cemas.”
atau
“Rencana.”
Lalu kembali ke napas.
Ini melatih prefrontal cortex.
3️⃣ Sikap Non-Reaktif
Tidak memaksa napas.
Tidak kesal karena pikiran muncul.
Tidak menilai latihan berhasil/gagal.
Hanya kembali.
## 6. Keunggulan & Kebaruan (≤200 kata)
RESET TENANG™ adalah inovasi baru berbasis integrasi:
* Breathwork ritmis
* Neuro-motor stimulation
* Akupresur ringan
* Grounding bumi
* Spirit regulation
Berbeda dari meditasi biasa, metode ini:
* Aktif (tidak pasif)
* Komunal
* Cepat
* Tanpa alat
* Mudah direplikasi
---
## 7. Signifikansi (≤600 kata)
*Sebelum:*
* Peserta melaporkan stres tinggi
* Konsentrasi rendah
* Keluhan pusing/tegang leher
*Sesudah (evaluasi internal komunitas 3 bulan):*
* 78% peserta merasa lebih rileks
* 65% melaporkan fokus meningkat
* 60% keluhan tegang leher berkurang
* 85% ingin rutin melanjutkan
Metode evaluasi:
* Kuesioner pre-post sederhana
* Observasi fasilitator
* Dokumentasi daftar hadir
Jumlah penerima manfaat: ±230 orang (≥201 kategori tertinggi indikator kemanfaatan).
Dampak sosial:
* Suasana komunitas lebih harmonis
* Produktivitas meningkat
* Biaya nol
---
## 8. Adaptabilitas
Belum direplikasi formal melalui MoU.
Potensi replikasi tinggi karena:
* Tanpa alat
* Biaya nol
* SOP sederhana
* Cocok untuk komunitas RT, sekolah, ASN, UMKM
---
## 9. Sumber Daya (≤200 kata)
SDM:
* 1 Penggagas
* 5 Fasilitator Komunitas
Anggaran:
Swadaya komunitas
Metode:
SOP tertulis & modul latihan
Peralatan:
Manual (tanpa alat khusus)
---
## 10. Strategi Keberlanjutan (≤500 kata)
### Strategi Institusional
* Penguatan komunitas Wisang Ratri Wijaya
* Rencana pendaftaran Hak Cipta modul
### Strategi Manajerial
* Penyusunan SOP resmi
* Pelatihan fasilitator
* Monitoring evaluasi berkala
### Strategi Sosial-Ekonomi
* Kolaborasi komunitas
* Potensi pelatihan berbayar
* Potensi buku & modul komersial
---
# TUJUAN INOVASI
Target 2026:
* Menjangkau ≥300 warga
* 80% peserta melaporkan penurunan stres
* 3 komunitas baru mengadopsi metode
---
# MANFAAT INOVASI
* Regulasi stres cepat
* Stabilitas emosi
* Produktivitas meningkat
* Biaya nol
---
# HASIL INOVASI
* SOP RESET TENANG™
* Modul latihan komunitas
* 230+ penerima manfaat
* Dokumentasi pelaksanaan
---
# INDIKATOR PENILAIAN (OPTIMAL)
1. SDM: 6 orang (Parameter 2)
2. Anggaran: Penerapan
3. Alat Kerja: Manual + media sosial
4. Bimtek: >2 kali komunitas
5. Aktor: Pemerintah, Komunitas, Akademisi, Media (4 aktor)
6. Pedoman Teknis: Buku elektronik
7. Informasi: Manual + WA + Media Sosial
8. Proses: 1 hari (langsung praktik)
9. Replikasi: 0 (belum formal)
10. Kecepatan penciptaan: 3 bulan
11. Kemanfaatan: ≥201 penerima manfaat
## Email
[irfadarojat77@gmail.com](mailto:irfadarojat77@gmail.com)
---
## Judul Inovasi *
*RESET TENANG™ – Protokol Regulasi Neuro-Spiritual untuk Ketahanan Mental dan Produktivitas Warga*
---
## Jenis Inovasi *
✅ Non – Digital
---
## Kelompok Inovasi *
✅ d. Inovasi Sosial Budaya dan Kependudukan
---
## Tahapan Inovasi *
✅ Penerapan
---
## Waktu Pelaksanaan Inovasi *
15 Januari 2025
---
## Penulis Proposal / Inovator *
Irfa Darojat (Penggagas Konsep)
Tim Fasilitator Komunitas Wisang Ratri Wijaya
---
## No. HP *
08xxxxxxxxxx (Irfa Darojat)
08xxxxxxxxxx (Koordinator Fasilitator)
---
# I. RANCANG BANGUN INOVASI
---
## Ringkasan (≤200 kata)
RESET TENANG™ adalah inovasi sosial berupa protokol regulasi diri berbasis integrasi pernapasan ritmis 4-2-6, stimulasi saraf telapak tangan dan kaki, aktivasi fokus visual, humming vibration, gerakan silang neuromotorik, serta grounding bumi. Metode ini dirancang sebagai teknik praktis 7–10 menit untuk membantu masyarakat mengelola stres, ketegangan fisik, kecemasan ringan, dan penurunan fokus.
Protokol dilakukan secara individu maupun kelompok melalui fasilitasi Komunitas Wisang Ratri Wijaya. Hingga Februari 2026, kegiatan telah menjangkau ±230 warga Kota Madiun.
Inovasi ini menjadi alternatif intervensi non-farmakologis berbasis komunitas yang mudah diterapkan, tanpa alat, tanpa biaya, serta adaptif untuk berbagai kelompok usia produktif.
---
## 1. Dasar Hukum Inovasi
1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah
3. Perpres Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan SDGs
4. Kebijakan Pemerintah Kota Madiun tentang penguatan inovasi daerah (KIAT)
---
## 2. Latar Belakang dan Permasalahan (≤300 kata)
Tekanan sosial-ekonomi, beban pekerjaan, serta dinamika kehidupan perkotaan menyebabkan peningkatan keluhan stres, kelelahan mental, gangguan tidur, dan ketegangan otot pada masyarakat usia produktif. Berdasarkan observasi komunitas selama 2024–2025, lebih dari 60% peserta kegiatan melaporkan keluhan tegang leher, sulit fokus, serta mudah lelah.
Permasalahan utama sebelum inovasi:
* Tidak adanya protokol regulasi diri yang sederhana dan terstruktur.
* Relaksasi dilakukan sporadis tanpa panduan sistematis.
* Masyarakat cenderung mengabaikan manajemen stres preventif.
Kelompok sasaran:
* Warga usia produktif
* ASN/non ASN
* Komunitas masyarakat
* Lansia aktif
RESET TENANG™ hadir sebagai solusi preventif, murah, mudah, dan dapat dilakukan massal tanpa alat khusus.
---
## 3. Isu Strategis (≤200 kata)
Inovasi ini mendukung:
SDGs:
* Goal 3: Good Health and Well-being
* Goal 11: Sustainable Cities and Communities
Asta Cita Presiden:
* Peningkatan kualitas SDM sehat, produktif, dan berdaya saing
Asta Karya Kota Madiun:
* Madiun Kota Inovasi
RESET TENANG™ berkontribusi pada pembangunan masyarakat sehat secara mental sebagai fondasi produktivitas sosial dan ekonomi.
---
## 4. Metode Pembaharuan (≤200 kata)
Sebelum inovasi:
Relaksasi dilakukan tanpa struktur dan tidak terukur.
Sesudah inovasi:
Disusun SOP RESET TENANG™ dengan tahapan:
1. Berdoa dan niat regulasi diri
2. Lidah tekuk ke langit-langit mulut
3. Pernapasan 4-2-6 dengan gerakan tangan naik–tahan–turun
4. Fokus pandangan satu titik
5. Tepuk dan gosok tangan
6. Self-touch wajah, kepala, telinga, leher, dada
7. Humming vibration
8. Angkat kaki stimulasi titik Taichong
9. Gerak silang paha-siku
10. Gerakan naik turun posisi kuda-kuda
11. Grounding gesek telapak kaki
Durasi 7–10 menit.
---
## 5. Keunggulan dan Kebaharuan (≤200 kata)
Pendekatan yang digunakan:
✅ a. Inovasi benar-benar baru di komunitas tersebut.
RESET TENANG™ unik karena mengintegrasikan:
* Breathwork ritmis
* Stimulasi saraf motorik
* Aktivasi titik refleksi
* Grounding bumi
* Regulasi spiritual
Metode ini aktif, komunal, cepat, dan tanpa alat, berbeda dari relaksasi pasif konvensional.
---
## 6. Signifikansi (≤600 kata)
Sebelum implementasi:
* Peserta melaporkan stres tinggi (60%)
* Ketegangan leher dan bahu (65%)
* Sulit fokus (55%)
Setelah 3 bulan pelaksanaan rutin:
* 78% peserta merasa lebih rileks
* 65% peningkatan fokus
* 60% penurunan keluhan tegang leher
* 85% menyatakan ingin melanjutkan rutin
Metode pengukuran:
* Kuesioner pre-post sederhana
* Observasi fasilitator
* Dokumentasi daftar hadir
Jumlah penerima manfaat hingga Februari 2026: ±230 orang.
Dampak sosial:
* Interaksi komunitas lebih harmonis
* Produktivitas meningkat
* Biaya nol
* Mudah direplikasi
---
## 7. Adaptabilitas (Indikator Replikasi) *
✅ Belum
Penjelasan (≤200 kata):
Inovasi belum direplikasi secara formal melalui MoU. Namun memiliki potensi replikasi tinggi karena:
* Tidak membutuhkan alat
* Tidak memerlukan biaya
* SOP sederhana
* Cocok untuk RT, sekolah, komunitas ASN, UMKM, dan organisasi sosial
Metode dapat diadopsi di wilayah lain dengan karakteristik masyarakat perkotaan yang menghadapi tekanan stres serupa.
---
# LANJUTAN ISIAN FORM
---
## 8. Sumber Daya (≤200 kata)
Sumber daya manusia:
* 1 Penggagas
* 5 Fasilitator komunitas
Sumber daya keuangan:
* Swadaya komunitas
Metode:
* SOP tertulis
* Modul latihan
Peralatan:
* Manual tanpa alat khusus
---
## 9. Strategi Keberlanjutan (≤500 kata)
Strategi institusional:
* Penguatan komunitas Wisang Ratri Wijaya
* Rencana pendaftaran Hak Cipta modul RESET TENANG™
Strategi manajerial:
* Pelatihan fasilitator rutin
* Monitoring evaluasi
* Penyempurnaan SOP
Strategi sosial ekonomi:
* Kolaborasi komunitas
* Potensi pelatihan regulasi stres untuk instansi
* Pengembangan modul dan buku panduan
---
## TUJUAN INOVASI
Target 2026:
* Menjangkau ≥300 warga
* 80% peserta melaporkan penurunan stres
* 3 komunitas mengadopsi metode
---
## MANFAAT INOVASI
* Regulasi stres cepat
* Stabilitas emosi
* Fokus meningkat
* Produktivitas sosial meningkat
* Biaya nol
---
## HASIL INOVASI
* SOP RESET TENANG™
* Modul latihan komunitas
* ±230 penerima manfaat
* Dokumentasi kegiatan
Komentar
Posting Komentar